Monday, May 23, 2016

Fluktuasi Adhesi

Menikmati kesendirian dengan dekapan semu
Sudah beberapa hari ruang hati yang pernah terisi, kini kosong tak berpenghuni, aku mencoba membersihkannya dengan sapuan sesak dari kenangan masa lalu yang berserakan.

Aku mengambil kain yang basah disiram air mata dipenghujung senja, ku usap lembut dinding dan lantai yang terdapat banyak debu-debu harapan dan kecewa. Retakan-retakan masalah di dinding hati juga sudah aku perbaiki.
Memperbaiki hati yang patah bukanlah perkara mudah, dibutuhkan kerelaan yang besar dan perubahan yang tidak selalu orang lain bisa mengerti. Kini hati telah ku perbaiki, mungkin dia belum siap untuk ditempati, tapi aku yakin jika saatnya tiba yang terbaik pantas mendapatkannya, karena proses perubahan aku belajar banyak.
Menikmati perubahan adalah hal terbaik dalam hidup.
Setiap orang pasti berubah, bahkan karena satu perubahan kecil dari seseorang dapat berdampak banyak, sebagaimana misalnya dua pasangan yang telah lama bersama seiring berjalannya waktu mereka akan sampai dititik perubahan dan merasa asing satu sama lain, seandainya mereka tau proses mereka maka perubahan yang terjadi akan terasa indah. Ketika sifat pasangan kita berubah, hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah memahaminya, bukan meninggalkannya. Seandainya kita bosan dengan sifat dia yang berubah, bukankah cinta sejati tidak pernah mengenal kata bosan?
Dasar mencintai adalah keikhlasan, terimalah ia dengan kekurangannya, dan jika kau meninggalkannya bahkan tanpa kau sadari dirimu pun telah berubah.
Menikmati kebersamaan dengan dia yang telah mendampingimu.
Kecewa, sedih, dan takut adalah proses menjalani sebuah hubungan, jika kau mencintainya tanpa sebuah alasan, jadikan semua itu alasanmu tetap bersamanya. Sayangilah ia dengan kenangan kalian bersama, dan jika suatu saat ia meninggalkanmu, senyuman adalah hal terbaik untuk melepasnya karena ia tak tahu bahwa dirimu adalah yang terbaik.
Kita adalah hati yang pernah patah, dipersatukan dengan pertemuan yang sudah direncanakan sang pencipta, dengan tujuan menjadi lebih baik dari sebelumnya, dan ketika kita dipisahkan lagi oleh sang pencipta, maka rencananya jauh lebih indah.

No comments: