Sunday, March 29, 2015

Disposisi Amnesia


Melupakanmu adalah rencana yang hanya menjadi wacana.
Terbangun dari indahnya mimpi setelah langit tak lagi gelap, menampakan diri dengan kerasnya biru tanpa awan, menarik diri untuk duduk menikmati sedikit penyesalan yang tersisa didalam saku baju yang sulit ku keluarkan, bahkan untuk merogohnya tanganku tak lagi bisa, tak lagi sampai kedasar kehampaan.

Melupakanmu adalah wacana yang hanya menjadi pelampiasan.
Beranjak dan lihatlah sejenak, aku mengoyak saku bajuku yang tersisa sedikit keraguan, apakah ada harapan yang tersisa didalamnya, TIDAK!!! Didalamnya hanya terisa kenistaan ego yang membusuk, dengan alasan "aku bahagia, melihatmu bahagia dengan orang lain" bahkan aku sendiri tidak mengenal sosok orang lain itu. Aku mematahkan semua harapanku padamu, untuk bisa bersanding di altar kebahagiaan.
Melupakanmu adalah pelampiasan karena tau sakitnya tak bisa membahagiakan.
Berjalan di jalan setapak menuju jembatan yang dibawahnya mengalir sungai kenangan, tiupan angin yang membuat jembatan bergerak membuatku tergoyahkan untuk kembali, TAPI TIDAK!!! Aku memantapkan langkahku memijakkan kaki dikayu yang hampir patah agar sampai diujung jembatan kebahagiaan, agar kau tertinggal disisi lainnya bersama orang lain yang tak kukenal, meninggalkan kau bahagia bersamanya dan aku dengan bahagiaku.
Melupakanmu bukan lagi rencana, bukan lagi wacana, dan bukan lagi pelampiasan, karena kau telah kulupakan.

No comments: